Tunggu Sebentar ...

Arsip Sosial Media / Dunia Maya

Ini tulisan yang berbau sosial media, bisa facebook, bisa twitter, atau apapunlah itu yang berhubungan dengan dunia maya

Ditulis oleh

Yes, dimana-mana untuk menjebak seseorang tentu adalah dengan sesuatu hal yang ia sukai. Bahkan dari yang kita sukai pun bisa terjebak meskipun awalnya tidak ada niat menjebak. Misalnya cinta. #eh. Oke ini skip aja, karena nanti banyak yang baper mengingat kasih tak sampainya atau ditinggal saat lagi sayang-sayangnya

Ditulis oleh

Kalau postingan singkat sebelumnya tentang maya dan nyata dilihat dari sisi negatif, kali ini dari sisi positifnya. Sebenarnya banyak hal yang bisa didapatkan, terlepas dari negatif atau positif. Tergantung juga berapa banyaknya yang didapat. Jika kita berpikir semakin banyak yang didapat akan mengakibatkan sesuatu yang baik, menurut saya tidak juga.

Ditulis oleh

Sudah bukan hal baru lagi kalau sosial media kadang menjadi bumerang tersendiri. Alih-alih tujuannya adalah pertemenan, entah itu mencari teman lama yang sudah engga kontekan lagi, atau membuat teman baru, baik dari hobi atau memang nyari jodoh, atau bisa jadi memang dari hobi lantas kebetulan dapat tambatan hati, oke ini skip aja.

Ditulis oleh

Belakangan ini, terhitung sejak 30 Agustus kemarin, meski baru beberapa hari, saya mepilir sebentar dari twitter. Karena memang lagi jenuh pada dunia maya, tapi lebih sangat jenuh lagi pada twitter. Entah kenapa, saya jadi merasa bosan aja dengan twitter. Makanya dari twitter, saya melipir sebentar. Kalau disuruh pilih mana antara ngeblog dan twitter, tentu saya akan milih ngeblog. Lebih leluasa. Dan tentu lebih nyaman.

Ditulis oleh

Suatu kali saya ditanya oleh seorang teman apakah saya punya "path" atau tidak ? Ya, sekarang sepertinya sosial media yang lagi sering digunakan salah satunya yaitu "path". Konon katanya sosial media tersebut lebih privasi ketimbang facebook atau lainnya. Saya pun tidak tahu yang disebut privasi dalam hal ini. Namun, katanya cukup orang-orang yang beneran dianggap teman saja yang di add. Sebenarnya, difacebook bukankah bisa seperti itu ? meng-approve atau meng-add yang kita kenal saja ?