Tunggu Sebentar ...

My First Diorama

Ditulis oleh

My First Diorama. Setelah beberapa kali lihat dan cari-cari tutorial untuk buat diorama, akhirnya buat juga. Sebenarnya beberapa waktu lalu sudah pernah buat, tapi gagal total. Ini dikarenakan bahan-bahan yang tidak ada, tapi malah sok-sokan buat, alhasil malah kacau. Tapi kali ini coba kumpulkan bahan-bahannya terlebih dahulu sembari nyari tutorial cara buatnya. Dari beberapa yang dilihat, akhirnya coba dipadukan aja, maksudnya dari sisi tekniknya.

Bahan-bahannya :

1. Kardus — ini saya ambil dari kardus paketan gunpla. Tinggal potong sesuai yang diinginkan.

2. Gabus putih — ini saya ambil dari bekas magic jar, masih nyimpan saat dulu beli magic jar.

3. Rumput-rumputan — ini saya beli dari toko online berupa situs lapak. Satu cup Rp. 12.000

4. Lem fox — ini bisa dibeli di tokobuku ataupun photocopy juga ada, tapi saya belinya di toko online karena sekalian beli sama rumput-rumputannya

5. Tisu

6. Cat Akrilik.

7. Semen putih, saya belinya sih di material Rp. 5000,- per Kg

Saya mulai buatnya hari minggu setelah magrib, saat itu cuma nempel-nempelin sesuai apa yang ingin dibuat.

Lalu besoknya digips pake semen putih, sebenarnya bahan yang sering dipakai orang-orang kurang tahu apa, tapi saya pake semen putih yang belinya di material.

Karena ini pertamakalinya saya buat, so banyak banget eksperimen warna, dikarenakan juga saya engga begitu ahli dalam soal cat mengecat, ini kayak orang ngelukis. Harus tahu perpaduan warna supaya terlihat lebih mendekati real-nya. Misalnya warna tanah, atau warna bebatuan, dll. Meski tutorial ada, tetap aja hasilnya engga sama.

Nah karena lihat tutorial, maka saya coba ikutin untuk warnanya, ini saya pakai warna coklat dipadukan warna putih, niatnya sih pengen warna tanah coklat muda, tapi kok hasilnya malah kayak merah. Jadi kayak tanah merah. Dan untuk batuan, saya bingung mau warna apa. Saat ini mulai udah bingung mau diapain, karena merasa warnanya udah engga cocok.

Lalu uji coba lagi pake warna abu-abu (hitam dicampur putih, tapi lebih banyak hitamnya), alhasil malah tambah parah, makin hopeless dengan hasilnya. Tapi berhubung udah terlanjur, ya sudahlah coba iseng-iseng paduin lagi aja.

Akhirnya coba pake warna coklat full tanpa dipadukan dengan warna lainnya, dan setelah kering coba kasih rumput-rumputan, hasilnya masih kurang puas.

Setelah masih kurang puas juga, akhirnya coba ditambahkan lagi warna yellow orche dicampur warna putih, biar agak lebih muda dan terang aja.

Tapi hasilnya sebenarnya masih kurang puas, masih belum sesuai dengan yang dipikirkan. Tapi not bad lah untuk pertamakalinya. Next time pengen lagi buat diorama, tapi kayaknya harus lebih direncanakan lagi, dan juga kayaknya harus belanjar perpaduan warna. Itu yang sulit supaya hidup suasananya. Dan diorama ini masih terasa sepi aja lihatnya. Engga tahu ini udah selesai atau belum, niatnya pengen ditambah bebatuan lagi atau pasir-pasir dan juga tank tomica yang baru saya beli.

Untuk model pertama, pake gunpla pertama saya, yaitu guncannon. Dengan isengi-iseng sok di buat efek damage, ceritanya habis bertarung jadi efeknya kotor beset-beset. Tapi sayangnya bagian kaki masih terlihat agak mulus alias ga ada efek damage-nya.

 

Nb : Mengeluarkan imajinasi itu sulit, dan juga perlu kesabaran untuk membuatnya. Dengan proses harus mengering dulu saat proses lem, saat ngecat, dan lain-lain. Itupun ketika udah lewatin proses beberapa hari, hasilnya bisa saja tidak sesuai harapan sepenuhnya.

Update 10/06/2016

Akhirnya ada perubahan untuk warna bukit batunya, memang untuk soal warna saya masih kurang sreg. Tapi sudahlah. Dan ini dicoba dengan gunpla exia dan tank tomica

 

Ditumpuk didalam berkas : Berkicau , Hobi
Yang berkomentar (2)
Setiap komentar yang tampil adalah hasil dari persetujuan Admin

Komentar untuk "My First Diorama"

Inayah
10-06-2016 12:01

Kereeen aselii. Kayak beli

Komentar via phone

Balas
Danni Moring
10-06-2016 18:24

makasih...padahal ini ngerasa ga pas soal warnanya

Komentar via web

Balas