Tunggu Sebentar ...

Jangan Berharap Privasi Didunia Maya

Ditulis oleh

Suatu kali saya ditanya oleh seorang teman apakah saya punya "path" atau tidak ? Ya, sekarang sepertinya sosial media yang lagi sering digunakan salah satunya yaitu "path". Konon katanya sosial media tersebut lebih privasi ketimbang facebook atau lainnya. Saya pun tidak tahu yang disebut privasi dalam hal ini. Namun, katanya cukup orang-orang yang beneran dianggap teman saja yang di add. Sebenarnya, difacebook bukankah bisa seperti itu ? meng-approve atau meng-add yang kita kenal saja ?

Tapi, tetaplah saya tidak mengerti, karena saya hampir disebut engga pernah menggunakan sosial media tersebut. Meskipun akhirnya saya buat akun di "path" dan menganggurkan akun "path" saya itu.

Kemarin, ada seorang yang tiba-tiba mendadak menjadi perbincangan di media sosial. Semua dadakan itu karena seorang wanita itu memposting distatus path nya yang bernadakan marah, bahkan cenderung memaki, dikarenakan antri di SPBU. Memang, isu kelangkaan BBM sekarang ini lagi trending topic mungkin.

Meski seorang wanita itu membuat statusnya di path, yang katanya lebih privasi dari lainnya (setidaknya itu yang saya tangkap soal "path"), namun, status makiannya itu justru beredar disegala jenis media sosial. Dari twitter, facebook, bahkan sampai suatu website forum terkenal, yang sering menyebut "agan" untuk sesama pengguna forum tersebut.

Lantas bully dan cacian pun dari warga dunia maya tertuju padanya. Bahkan, kemarin saya baca ada LSM Jogja (kalau tidak salah) melaporkannya ke polisi karena dianggap penghinaan dan ajakan kebencian melalui internet.

Kenapa bisa kesebar ? ya tentu ada yang menyebarkan. Bukankah itu katanya lebih privasi ? ya, berarti salah seorang dari friend yang ada di akun path nya tersebut yang mengcapture statusnya lalu menyebarkannya.

Sebelum kasus si mba ini soal SPBU, ada juga dulu tentang seorang wanita juga yang jadi ajang bully di media sosial. Kasusnya sama, ia mengumpat kekesalannya terhadap seorang ibu hamil melalui akun pathnya. Lalu, sudah dipastikan, kemungkinan besar yang mengcapture dan menyebarkan capture-annya tentu teman yang ada di akun tersebut.

Dari contoh-contoh diatas, pelajaran buat kita semua. Bahwa, berharap privasi didunia maya sama seperti mendengarkan dongeng hayalan. Didunia maya tidak ada yang privasi. Tidak ada jaminan privasi. Bahkan jika kamu memposting yang private-pun, tidak menutup kemungkinan itu bisa terbongkar.

Dari sana saya pelajari :

1. Perlu Jaim - Jaga Image

Mungkin, kita perlu "jaim" didunia maya. Terserah definisi "jaim" menurut kalian masing-masing. Tapi yang saya maksud, jaga image disini bukan berarti munafik, misalnya sifat kita buruk, tapi sok dibaik-baikkin. Yang saya maksud itu ya tetap apa adanya, tetapi tidak terlalu ditunjukkan diri kita. Misalnya, engga mungkin kita engga ada sikap negatifkan ? misalnya marah ? nah kalau bisa jangan diluapkan kemarahan kita didunia maya.

2. Jauhkan Sosial Media, bila perlu engga usah main internet kalau lagi marah

Ya, ada benarnya kata-kata orang bijak yang saya baca, mungkin ada baiknya juga ya kita menjauhkan gadget ataupun laptop jika lagi marah. Pasalnya, ketika lagi marah, kita cenderung sepontan. Dan cilakanya, sosial media itu engga bisa dibantah lagi bisa menyalurkan ke-spontanitas kita. Makanya, perlu juga menghindari gadget karena biasanya isinya software sosial media kita.

3. Berhati-hati memilih teman

Begini, gimanapun penyebaran itu terjadi dikarenakan ada yang menyebarkan. Tentu ada proses capture. Siapa yang bisa mengcapture, hal yang paling pertama diduga adalah orang yang telah menjadi "friend" di akun sosial media kita. Kecuali facebook ataupun twitter. Jika facebook membuat status "public", maka semua orang bisa melihatnya dan kalau twitter, jika twitter kita tidak di gembok alias tidak di private, tentu semua orang bisa melihat kicauan kita, tetapi tetaplah orang yang pertama kali melihat status kita, ya orang yang berteman atau memfollow kita didunia maya kan? yang kadang menjadi teman didunia nyata juga.

Ungkapan makian bukanlah hal yang bagus menurut saya, meski saya juga bukan orang yang baik juga sih. Mungkin si mba nya itu terlena bahwa ia hanyalah mengungkapkan kemarahannya di akun pribadinya. Toh teman-temannya ini yang lihat. Apalagi, jika benar "path" digadang-gadang lebih privasi (entahlah, engga tahu, karena ga menggunakannya).

Misalnya, kalau di contohkan dalam dunia nyata. Kita ada berada disuatu ruangan. Disana ada teman-teman kita (tentu orang yang sudah dipilah pilih diharapkan). Tentu, karena kita berpikir "ah teman ini" maka tingkat jaim kita lebih berkurang. Ekspresipun jadi lebih dikeluarkan. Tapi, sayang disayang. Justru temannya merekam semua omongan kita dan menyebarkannya. Terlepas omongan kita ini benar ataupun salah ya. So, berteman itu seperti apa ? jika salah, alangkah baiknya diingatkan langsung ke kita, Meski omongan kita udah kelewat batas.

4. Ngerem Omongan

Lebih baik kita mending ngerem omongan, termasuk kalau kita menanggapi sesuatu hal, seperti kasus si mba ini dan kasus sebelum-sebelumnya. Alih-alih sibuk membully karena merasa kesal atas omongan orang yang seenaknya memaki, eh kita engga sadar juga membully dengan cara yang sama, bisa jadi lebih parah dari yang omongan orang yang kita bully. Eh ujung-ujungnya, malah omongan kita dicapture orang, dan disebarkan lagi, Apes ! Jadilah kasus baru.

Mulutmu adalah harimaumu, dalam didunia maya, tulisanmu adalah harimaumu. Lidahmu adalah pedangmu, tulisanmu adalah pedangmu.

Didunia nyata banyak sekali umpatan-umpatan yang lebih parah. Untungnya mereka bukan didunia maya, yang bisa dicapture. Kalau didunia maya, mungkin sudah berapa capture-an yang disebarkan ?

Ada baiknya kita memang harus mengubah kebiasaan mengumpat dengan seenaknya. Karena, menyakiti orang sama saja menutup satu pintu peluang rezeki kita. Semakin banyak menyakiti orang, maka semakin banyak menutup pintu peluang rezeki kita.

Ada yang mau tambahin ?

Ditumpuk didalam berkas : Berkicau , Sosial Media / Dunia Maya
Yang berkomentar (18)
Setiap komentar yang tampil adalah hasil dari persetujuan Admin

Komentar untuk "Jangan Berharap Privasi Didunia Maya"

Aulia Fasya
01-09-2014 22:45

Gak punya path. Gak punya fesbuk.
Tau berita nya pun baru kemarin, ketinggalan sih tapi pas di liat statusnya ternyata biasa aja. Reaksi orang2 aja yang luar biasa.

Komentar via web

Balas
Danni Moring
01-09-2014 22:48

hehehehhehe luar biasa mana dengan reaksi kimia sya ?

Komentar via web

Balas
Beby
31-08-2014 11:50

Aku ngga punya Path. Dan seandainya punya nantik, aku bakalan mikir seribu kali buat nulis sesuatu. Wkwkwk..

Komentar via web

Balas
Danni Moring
31-08-2014 11:53

aku malah ga update path nya...setuju bebi...nulis sesuatu harus beribu2 kali mikir..dampaknya itu loh yang buat mimpi jadi buruk..

Komentar via web

Balas
Beby
02-09-2014 04:38

Dan bully di dunia maya itu efeknya jauh lebih menakutkan yah

Komentar via web

Balas
Danni Moring
02-09-2014 09:34

iya ngeri euy...mendadak artis...serem ah..jangan sampe deh..

Komentar via web

Balas
Dunia Ely
30-08-2014 03:23

postingannya bijak Dann, oke tipsnya

Komentar via web

Balas
Danni Moring
30-08-2014 10:23

wah masa mba ? makasih ya mba..dah denger kasusnya ?

Komentar via web

Balas
Dunia Ely
30-08-2014 15:59

baca terus dari kemarin

Komentar via web

Balas
Danni Moring
30-08-2014 16:44

iya ya mba...kesebar kemana2

Komentar via web

Balas
bangkoor
29-08-2014 20:05

yang nomor 2 aku setuju tuh mas. Kalo emang lagi emosi, mending jangan deketin henpon atau leptop deh. Ujung2nya pasti ada 'perubahan status'. Dan biasanya itu diluar kendali.
Mending dekatkan diri pada Allah. Hihi

Komentar via phone

Balas
Danni Moring
29-08-2014 20:35

nah si arif ini laki2 yang diidam2kan banyak wanita nih

Komentar via web

Balas
Bangkoor
31-08-2014 06:29

Hiahahha.. Aamiinn.. Mas Danni bisaan aja ih

Komentar via web

Balas
Danni Moring
31-08-2014 08:48

cieee arif...

Komentar via web

Balas
sukasukakeii
29-08-2014 15:43

HALOOOOOOO
fiuh... kalo komen lewat laptop lancar jaya merdeka yee
btw ngomongin soal privasi dunia maya setujuu bngt deh sama postingan ini..
kadang kalo nggak sadar diri + ati2 malah bisa jadi bomerang...
||\(.__.) teman d dunia nyata aja kadang bisa nusuk apalagi d dunia maya...

Komentar via web

Balas
Danni Moring
29-08-2014 15:50

hehehehe maaf ya kei..berarti klo di hp cukup jadi silent reader aja haha..klo dilaptop baru deh komentar hehhehe..

iya kei..hati2 didunia...sebisa mungkin jaga omongan ya kei..ngeri soalnya euy..

Komentar via web

Balas
sukasukakeii
29-08-2014 16:05

iya nih... tp kan kadang malas kak OL d lappy...
maklumin aje yee hape udah bangkotan juga jd ya rada2 susah buat komen
dunia maya itu kejam...
(-__-") soalnya kan serem bngt efeknya itu lhoo...
ya walopn sebenarnya klo ngikut ngebully jatohnya jd sama aja kayak y maki2 d path td...
beda posisi tapi sama aja kelakuannya (?) #apaansih .... #belibetjelasin

Komentar via web

Balas
Danni Moring
29-08-2014 17:40

hehehhehe...iya berarti pas ol pake hp, baca2 aja kei hahaha..
iya bener..efeknya bisa yang ga terduga..dan satu indonesia bisa tahu semuanya..

Komentar via web

Balas