Tunggu Sebentar ...

Datang Tak Di Jemput, Pulang Tak Diantar

Ditulis oleh

"Datang tak di jemput, Pulang tak diantar"

Kata diatas adalah sepenggal kata-kata yang diucapkan untuk pemanggilan saat permainan jelangkung. Dimana permainan ini identik dengan kemisteriannya, mencoba untuk memanggil arwah (katanya) dan memberikan pertanyaan-pertanyaan, lalu dijawab dengan goresan tulisan dari arwah tersebut. Itu benar kah ?

 
 

Ini entah benar atau tidak, atau hanya tersuges karena ketakutan, saya pernah bermain jelangkung itu. Meskipun kebanyakan orang yang pernah bermain jelangkung itu saat malam hari, tetapi saya dan teman-teman kala itu justru saat siang hari. Bisa? oke, saya ceritakan. Terlepas ini karena tersuges ketakutan saya dan teman-teman atau tidak ya.

Saat itu saya dan teman-teman saya bermain di area lingkungan kampus saya, tepatnya sih di kelas. Saat dosen pengajar mata kuliah (lupa) tidak hadir. Lalu salah satu teman saya nyeletuk, "kita main jelangkung yuk". Lalu saya pun sepontan jawab "lah ini kan siang, mangnya bisa ?". Lalu dijawab lagi oleh teman saya "bisa". Sebenarnya saya takut sih, entah apa yang saya takutin. Ya pokoknya takutlah itu. Tapi bukan berarti saya menduakan Allah ya. Ketakutan saya adalah memang ketakutan layaknya manusia. Bukan berarti ketakutan saya ini merubah saya untuk berpaling dari Nya.

Sebelumnya, saya sudah diingatkan oleh teman-teman yang lainnya untuk tidak ikut main. Terutama yang cewe-cewe yang pada takut, dan ingatkan kami ga ikutan main. Saat itu murni bukan untuk bermaksud syirik, minta petunjuk ujian ataupun lainnya. Murni karena permainan saja. Walaupun sekarang saya anggap permain itu salah, setidaknya ini bagi saya.

Akhirnya, kami cari kelas yang ga ada orangnya, alias sepi. Masih ingat banget saat itu saya mundur beberapa kali untuk tidak jadi ikut main permainan itu. Lalu bujukan "syetan" mungkin membuat saya jadi ikutan main. Pintu pun ditutup rapat-rapat, sebelumnya saya pastikan dulu jendela kampus itu benar-benar terbuka dan kencang pengaitnya. Karena ada rasa takut juga dalam diri saya walaupun saat itu siang hari, padahal kemungkinan gagal permainan itu sangat besar.

Terlepas lah yang katanya "mantra" itu, entah gimana, memang sulit dipercaya, tangan kami bergerak sendiri, dan perlu diketahui kami tidak menggenggam pensil itu, cuma di sandarkan pensil itu ditelapak tangan kami, artinya jika kami gerakkan sendiri pensil itu jatuh. Tapi justru itu gerak sendiri. Entah, itu suges atau memang terjadi nyata.

Lalu, teman saya tidak percaya "Bullshit, Sana lo pergi". Sambil membanting pensil itu. Entah kenapa teman saya yang satu membanting pensil itu dan memaki nya, entah takut atau memang tidak percaya. Lalu, dengan keras jendela yang terkait kuat itu bunyi dan menutup sendiri. Ada beberapa jendela yang seperti itu secara gantian dan dalam waktu yang berdekatan. Saya benar-benar kaget, itu seperti dibaning suaranya, kencang banget suara jendela tertutup itu. Karena saya tipekal orang yang tidak mudah percaya juga, akhirnya saya dekati jendela itu. Saya uji coba lagi, saya kaitkan pengait jendela itu supaya terbuka, saya pastikan lagi dengan kencang pengaitnya. Lalu saya senggol kuat jendela itu, apakah tertutup kencang atau tidak, ternyata tetap terbuka. Walaupun pembuktian saya tidak bisa dijadikan bukti juga, tetapi buat saya merinding dan berpikir.

"Masa sih siang hari ada yang datang? atau jendela tadi karena angin? masa kok bisa satu-satu gantian jendela tertutup dengan kecang banget bunyi nya? sementara angin saat itu biasa-biasa saja.

Dalam pikiran saya coba terus mencari logika-logika yang masuk akal, termasuk saya sendiri merasakan gerakan pensil itu tanpa saya genggam (cuma ditempelkan di telapak tangan), dan itu saya lakukan sendiri bukan rame-rame seperti sebelumnya. Sebenarnya masih tidak percaya, tapi apa boleh buat saya pun takut, lalu keluar. Yang lain juga mulai merasa takut, gawatnya jika itu memang datang dan memang terjadi permainan jelangkung, kami saat itu tidak menutup nya dengan kata-kata penutup.

Apa bisa saat siang hari bermain itu ? dan kalau pun itu bergerak pensilnya saya anggap hanya sugesti saja, nah kalau jendela ? entahlah, banyak faktor yang menyebabkan jendela itu tertutup dengan sendiri nya dan mengeluarkan suara yang sangat keras sekali seperti dibanting. Padahal pengaitnya sangat kencang, karena sebelum bermain saya pastikan dulu lingkungan kelas, termasuk jendela tadi.

Ditumpuk didalam berkas : Berkicau , Misteri
Yang berkomentar (2)
Setiap komentar yang tampil adalah hasil dari persetujuan Admin

Komentar untuk "Datang Tak Di Jemput, Pulang Tak Diantar"

Ila Rizky
27-02-2014 23:14

kalo aku ga berani main begituan. dulu pernah ada temen nawarin pas di kelas, smp keknya. cuma karena smp nya aja udah dikenal sebagai smp yang bekas belanda, jadi udah banyak cerita horor. apalagi kelasnya di pojokan. mending ga deh daripada ga bisa tidur malemnya, hehe

Balas
Danni Moring
28-02-2014 14:55

iya malam nya aku ga bisa tidur beberapa hari hehehe

Balas